
Usaha
budidaya lebah madu merupakan suatu bentuk pengelolaan hasil hutan
bukan kayu yang sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini didukung
oleh beberapa faktor pendukung, yaitu : Pertama, Indonesia memiliki
spesies lebah lokal yang adaptif dengan iklim tropis dan produksi madu
cukup tinggi. Kedua, Indonesia merupakan negara agraris dengan luas
daratan sekitar 192 juta hektar, terdiri dari hutan yang mempunyai luas
sekitar 120 juta hektar atau 63,70% dari luas daratan termasuk di
dalamnya terdapat perkebunan, tanaman pangan, holtikultura, semak
belukar dan rumput, yang dapat menghasilkan nektar (Dephut, 2005).
Ketiga, Produksi madu domestik sangat rendah sehingga budidaya lebah
madu sangat prospektif dikembangkan. Keempat, lebah menghasilkan produk
yang sangat bermanfaat bagi umat manusia seperti untuk farmasi,
obat-obatan, makanan dan minuman.
Di Indonesia sentra perlebahan masih ada
disekitar Jawa meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat,
dengan jumlah produksi sekitar 2000 – 2500 Ton untuk lebah budidaya.
Kalimantan dan Sumbawa untuk madu dari perburuan lebah hutan.
Selama ini upaya pembinaan dan pengembangan usaha lebah madu berada
dibawah tanggungjawab Dinas Kehutanan. Akan tetapi bantuan yang
diberikan berupa pemberian bantuan bibit lebah ke masyarakat belum
memberikan hasil yang optimal, hal ini disebabkan karena kurangnya
pengetahuan dan keyakinan masyarakat mengenai potensi pengembangan usaha
lebah madu tersebut.

Balai
Penelitian Kehutanan Aek Nauli (BPK Aek Nauli) sebagai pelopor dalam
usaha budidaya lebah madu ini pada saat ini menjadi ujung tombak
pemerintah dalam peningkatan kecerdasan bangsa dan membantu memberikan
solusi dalam pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat dengan jalan
pemanfaatan potensi yang ada disekitar hutan (bibit lebah dan vegetasi
tanaman sebagai sumber pakan lebah) yang belum banyak dimanfaatkan. Hal
ini terbukti dengan aktifnya kegiatan budidaya lebah madu di sekitar
kawasan perkantoran BPK Aek Nauli. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi
percontohan bagi masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan usaha
budidaya lebah madu ini ke depannya.
Foto Kegiatan Budidaya Lebah Madu Di BPK Aek Nauli.
Pengarah: Ir. Iton Bambang Partono B.D. (Kepala BPK Aek Nauli)
Narasumber: Aam Hasanudin (Teknisi BPK Aek Nauli)
Fotographer: Alharis Muslim

Foto 1: Persiapan Glodok sebagai tempat bersarang lebah madu

Foto 2: Proses pengasapan glodok yang telah berisi lebah madu untuk dipindahkan ke sarang budidaya

Foto 3: Pemindahan Lebah kedalam sarang budidaya


Foto 4: Kiri: Memindahkan sarang Lebah ke frame sarang budidaya. Kanan: Peletakan Frame kedalam sarang budidaya


Foto 5: Kiri: Pengambilan frame Lebah Madu dari sarang Budidaya. Kanan: Pemanenan Madu menggunakan ekstraktor madu

Foto 6: Kiri: Alat Ekstraktor Madu. Kanan: Madu yang telah dipanen menggunakan ekstraktor

Foto 7: Madu yang masih beserta sarangnya

Foto 8: Waktunya menikmati madu hasil budidaya di BPK Aek Nauli… Hmmmm Sedaaaaappp
Kiri ke kanan: Aam Hasanudin (Teknisi), Ir. Iton Bambang Partono B.D., Pidin Mudiana, A.Md (Teknisi)
Sumber:" http://balithut-aeknauli.org/2013/09/19/budidaya-lebah-madu-di-bpk-aek-nauli/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar