Tampilkan postingan dengan label Kurma Manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurma Manis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2014

Kurma pilihan yg sehat untuk tubuh


Tweet
Telah dibaca sebanyak 10893 kali
Komentar
Budidaya pohon kurma yang kebal penyakit itu mudah (2)
Menanam pohon kurma tak sulit. Penanaman pohon yang termasuk keluarga palmae ini kurang lebih sama dengan pohon palem. Syarat utamanya, tanah harus mengandung unsur pasir. Namun, jangan apabila pohon kurma yang ditanam sebagai tanaman hias ini tidak berbuah.

Meski berasal dari dataran Timur Tengah, sejatinya pohon kurma bisa tumbuh di sembarang tempat. Tak heran, pohon kurma mendapat sebutan yang berbeda di masing-masing negara. Orang Prancis menyebutnya Dattier, di Belanda bernama Datel, dan orang Portugal menyebutnya Tamara.

Menurut Lukman, pembudidaya kurma asal Sidoarjo, Jawa Timur, pohon kurma bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi. Syaratnya, media tanam harus mengandung pasir.

Lukman sendiri mulai menanam pohon kurma saat tingginya satu meter. Waktu itu, ia membeli pohon kurma berumur lima bulan ini seharga Rp 500.000.

Seperti keluarga Palmae lainnya, cara perawatan kurma cukup mudah. "Tak berbeda dengan pohon palem," ujar Lukman. Untuk nutrisi, pembudidaya dapat menggunakan pupuk organik setiap bulan. Pemupukan paling baik dilakukan saat musim hujan.

Selain pemupukan, pohon kurma yang identik dengan tanaman padang pasir ini tetap membutuhkan air. Lukman bilang, penyiraman sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan dan air jangan sampai menggenang.

Namun, berbeda dengan Lukman, Mashudi justru menyarankan agar pohon kurma jangan sampai kekurangan air. Sebab, menurut dia, pohon kurma adalah jenis tnaman yang sangat kuat menyerap air dan panas secara sekaligus.

Layaknya tumbuhan pada umumnya, pertumbuhan pohon kurma sering terganggu hama. Hama yang paling sering muncul adalah belalang (Valanga Nigricans), yang memakan daun-daun kurma. Bila dibiarkan, daun bisa habis dan hanya tersisa batangnya saja. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan Basudin 90 SC 2 cc per liter.

Selain hama, penyakit lainnya adalah bercak daun. Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini meninggalkan tanda berupa daun berwarna kuning atau hijau. "Dipotong saja daun yang terserang," kata Lukman.

Selain mudah, budidaya pohon kurma juga terhitung murah. Biasanya, sebagai tanaman hias, pohon kurma yang banyak dicari berumur tiga tahun ke atas. Hitungan Lukman, untuk perawatan hingga tiga tahun membutuhkan biaya Rp 1 juta.

Tak heran, dia menyatakan, bisnis pohon kurma ini lebih menguntungkan ketimbang bisnis kurma. Selain tak bersifat musiman, nilai jual pohon ini cukup tinggi, yakni antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per pohon.

Senada dengan Lukman, Mashudi, pembudidaya pohon kurma yang lain juga mengamini bisnis pohon kurma ini menguntungkan. "Tanaman ini bandel dari penyakit," ujar pria yang mengaku menanam kurma dari bijinya.

Bertempat di lahan seluas 1.000 meter persegi, Mashudi mulai membudidayakan kurma sejak dua tahun lalu. Ia menanam 300 bibit kurma. Kini, lahan tersebut sesak dengan 2.000 pohon kurma.

Meski menanam tiga jenis pohon kurma: jenis Irak, Madinah, dan Mesir, tak ada perbedaan pada proses pembudidayaan.
Sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/news/budidaya-pohon-kurma-yang-kebal-penyakit-itu-mudah-2-1

Potret Berkebun Kurma

kurma-kurmaPercayakah Anda bila kurma bisa tumbuh baik di Indonesia, terutama di kawasan kering dan panas? Percayakah di Indonesia, kurma tumbuh secara alamiah dari biji-biji kurma yang daging buahnya telah dimakan? jawabnya ya! Harap mafhum di beberapa tempat seperti Surabaya dan Situbondo–keduanya di Jawa Timur–dijumpai pohon kurma yang tumbuh subur seperti di habitat aslinya.
Sejatinya kurma Phoenix dactylifera berasal dari jazirah Arab dan Afrika Utara. Keluarga palem tersebut adalah tumbuhan gurun yang terbiasa hidup pada kondisi kelembapan rendah dan udara kering. Meski habitatnya terkesan ektrim, supaya tumbuh baik, pohon kurma tetap memerlukan air sehingga di alam kurma mudah dijumpai di oasis atau kawasan gurun yang memperoleh pengairan teknis. Nah sebagai keluarga palem yang tunggal, pohon kurma bisa mencapai tinggi 30 m. Batangnya besar berdiameter 50 cm. Daun kurma berpelepah kekar, sepanjang 3 meter kaku dan lurus. Pelepah daun kurma, mirip dengan pelepah aren atau enau, tapi daunnya berbeda dengan aren. Daun aren lebar, panjang, dan masih agak lentur, sedangkan daun kurma lebih sempit, pendek, kekar serta tumbuh lurus dan kaku.
Sejatinya sejak ribuan tahun lalu pohon kurma sudah dikebunkan. Bahkan penyebarannya mencapai ke India, China, Amerika Serikat dan Australia. Di negeri Kanguru, Australia, kurma dikebunkan intensif serta produksinya diperuntukan bagi pasar ekspor dengan negara tujuan antara lain Indonesia. Indonesia memang potensial lantaran memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
Banyak orang beranggapan buah kurma menjadi manis karena diberi gula. Padahal, buah kurma menjadi manis karena mengandung gula. Kurma yang segar dan utuh, kurang begitu manis karena daging buahnya banyak menumpuk karbohidrat yang belum pecah menjadi gula. Beda dengan kurma yang sudah disimpan lebih dari satu tahun, seluruh karbohidrat dalam daging buahnya telah pecah sehingga kurma menjadi manis. Oleh sebab manis itu dengan kadar gula sampai sekitar 70 %, buah kurma bisa menjadi sumber energi besar. Nah kebiasaan masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi kurma pada saat bulan ramadhan ada benarnya. Sebab buah tersebut memberikan energi instan untuk memulihkan tenaga. Contoh lainnya adalah masyarakat nomad di gurun pasir yang biasa berpindah-pindah atau bepergian, bisa tahan berjalan berhari-hari hanya dengan mengkonsumsi buah kurma dan minum air.
kurmaSecara alami pohon kurma berbuah pada tahun ke-8 atau ke-10 sejak tanam. Namun kini terdapat kurma hibrida yang mampu berbuah pada umur 2,5 tahun. Di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, lokasi yang cocok untuk budidaya kurma terdapat di Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo. Di luar Jawa ada Pulau Madura, Bali Utara, Lombok Tenggara, Flores, dan Sumba Barat serta Sumba Timur. Secara agroklimat daerah-daerah itu memiliki ketinggian tempat di bawah 50 m. dpl, curah hujan kurang dari 1.500 m per tahun, suhu ekstrim pada siang hari sampai 32 atau 35 derajat celcius.
Berapa invenstasi berkebun kurma? Investasi perkebunan kurma lebih kepada investasi air dan benih impor. Rata-rata setiap hektar memerlukan dana hingga Rp100-juta dengan populasi 400–450 tanaman. Panen perdana dimulai sejak tahun ke-5 dengan produksi mencapai 45–50 kg buah per tanaman. Harga jual rata-rata mencapai Rp 5.000 per kg di kebun. Namun saat kurma tersebut sudah dikemas untuk dijual kepada konsumen harganya bisa melonjak hingga Rp15.000–Rp 25.000 per kg.
Peluang mengebunkan kurma sangat menjanjikan mengingat kebutuhan kurma di lokal mencapai 40.000 ton yang nilainya bila berpatokan kepada harga Rp5.000 per kg mencapai Rp200-miliar. Tempat belajar budidaya kurma di Indonesia sejauh ini belum ada. namun tidak perlu khawatir sesungguhnya karena Asosiasi Petani Kurma Australia yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian Australia bisa memberikan pelatihan secara gratis termasuk akomodasi dan konsumsi selama pelatihan. Syaratnya? Pekebun  bisa berkomunikasi memakai Bahasa Inggris dan menanggung biaya transportasi pulang-pergi.
Segera Like Official Fanpage Kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan inovatif seputar perkebunan serta peluang usaha agribisnis lainnya.
Sumber: http://www.bebeja.com/potret-berkebun-kurma/

Budidaya Pohon Kurma

Menanam pohon kurma tak sulit. Penanaman pohon yang termasuk keluarga palmae ini kurang lebih sama dengan pohon palem. Syarat utamanya, tanah harus mengandung unsur pasir. Namun, jangan apabila pohon kurma yang ditanam sebagai tanaman hias ini tidak berbuah. 

Meski berasal dari dataran Timur Tengah, sejatinya pohon kurma bisa tumbuh di sembarang tempat. Menurut Lukman, pembudidaya kurma asal Sidoarjo, Jawa Timur, pohon kurma bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi. Syaratnya, media tanam harus mengandung pasir.

Lukman sendiri mulai menanam pohon kurma saat tingginya satu meter. Waktu itu, ia membeli pohon kurma berumur lima bulan ini seharga Rp 500.000. Seperti keluarga Palmae lainnya, cara perawatan kurma cukup mudah. "Tak berbeda dengan pohon palem," ujar Lukman. Untuk nutrisi, pembudidaya dapat menggunakan pupuk organik setiap bulan. Pemupukan paling baik dilakukan saat musim hujan. 
Selain pemupukan, pohon kurma yang identik dengan tanaman padang pasir ini tetap membutuhkan air. Lukman bilang, penyiraman sebaiknya dilakukan sesuai kebutuhan dan air jangan sampai menggenang. Namun, berbeda dengan Lukman, Mashudi justru menyarankan agar pohon kurma jangan sampai kekurangan ait. Sebab, menurut dia, pohon kurma adalah jenis tanaman yang sangat kuat menyerap air dan panas sekaligus.

Layaknya tumbuhan pada umumnya, pertumbuhan pohon kurma sering terganggu hama. Hama yang paling sering muncul adalah belalang (Valanga Nigricans), yang memakan daun-daun kurma. Bila dibiarkan, daun bisa habis dan hanya tersisa batangnya saja. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan Basudin 90 SC 2 cc per liter.
Selain hama, penyakit lainnya adalah bercak daun. Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini meninggalkan tanda berupa daun berwarna kuning atau hijau. "Dipotong saja daun yang terserang," kata Lukman.Selain mudah, budidaya pohon kurma juga terhitung murah. Biasanya, sebagai tanaman hias, pohon kurma yang banyak dicari berumur tiga tahun ke atas. Hitungan Lukman, untuk perawatan hingga tiga tahun membutuhkan biaya Rp 1 juta.  Tak heran, dia mnyatakan, bisnis pohon kurma ini lebih menguntungkan ketimbang bisnis kurma. Selain tak bersifat musiman, nilai jual pohon cukup tinggo, yakni antara Rp 5 Juta hingga Rp 20 juta per pohon.

Senada dengan Lukman, Mashudi, pembudidaya pohon kurma yang lain juga mengamini bisnis pohon kurma ini menguntungkan. "Tanaman ini bandel dari penyakit," ujar pria yang mengaku menanam kurma dari bijinya. Bertempat di lahan seluas 1.000 meter persegi, Mashudi mulai membudidayakan kurma sejak dua tahun lalu. Ia menanam 300 bibit kurma. Kini, lahan tersebut sesak dengan 2.000 pohon kurma. Meski menanam tiga jenis pohon kurma: jenis Irak, Madinah, dan Mesir, tak ada perbedaan pada proses pembudidayaan. (Oleh Anastasia Lilin Y_ Senin, 30 Agustus 2010 (11:20 WIB)

Sumber : http://www.pasarpetani.com/2013/07/budidaya-pohon-kurma.html

Cara Baru Membuahkan Kurma

Berbuahnya kurma di tanahair sejatinya bukan kisah baru. Tujuh tahun silam Trubus mencicip kurma segar di halaman rumah Titi Adi Warsito di Pondokindah, Jakarta Selatan. Bedanya pohon kurma di rumah Titi tingginya 5,5 m. (baca: Kurma Segar dari Halaman Rumah, Trubus September Membuahkan Kurma2006).
Pupuk racikan
Kurma di kediaman dr A Bakarman SpB juga istimewa karena berasal dari pohon muda. Umurnya baru 5 tahun hasil penanaman dari biji. Kurma itu berbuah hasil perangsangan dari pupuk racikan penangkar tanaman buah dan juga staf di Dinas Kehutanan Kabupaten Banyuwangi,        Ir Eko Mulyanto.
Eko meracik beragam unsur hara seperti klor (Cl), mangan (Mn), molibdenum (Mo), boron (Bo), dan kalsium (Ca) dengan asam amino dan zat perangsang tumbuh. Bakarman lalu mengencerkan pupuk itu dengan seember air bersih dan menyiramkan semua pupuk di sekitar pangkal batang kurma.
Dua  bulan berselang, 5 tandan bunga muncul.  Pada Juni—Juli 2012 buah pun matang. Itulah kali pertama Bakarman dan Eko mencicip tamar—sebutan kurma di Timur Tengah—dalam kondisi segar hasil petikan sendiri. Sayangnya, buah kecil-kecil dan sedikit.
Pada akhir September 2012 Eko membuat racikan pupuk serupa sebanyak 20 liter. Nutrisi mengandung unsur Cl, Mn, Mo, Bo, Ca, asam amino, dan benzyl amino klorin dengan komposisi 12 : 10 : 12 : 10 : 10 : 20 : 6. “Saya racik agar semua unsur itu tersedia dalam bentuk ion sehingga mudah diserap tanaman,” katanya. Eko juga menambahkan sedikit tembaga (Cu), magnesium (Mg), belerang (S), kalium (K), seng (Zn), besi (Fe), dan fosfor (P). Eko lalu menyiramkan ramuan di sekitar pangkal batang kurma.
Dalam meracik nutrisi, Eko memilih beberapa unsur dengan bilangan oksidasi tinggi. Misal, Cl yang bersifat sebagai oksidator diambil bukan dari KCl (kalium klorida) tetapi dari KClO3 (potasium klorat). Yang disebut pertama  memiliki bilangan oksidasi -1, sedangkan yang kedua 3. “Di dalam tanaman potasium klorat lebih tidak stabil sehingga begitu dikombinasi dengan pupuk mikro dan asam amino akan memicu produksi senyawa florigen yang merangsang pembungaan,” katanya. Selama ini potasium klorat juga dikenal sebagai perangsang lengkeng itoh.
Benar saja dua bulan berselang pada Desember 2012, pohon mulai berbunga. Dua bulan berikutnya buah pohon anggota famili Arecaceae itu  mulai  tua meski belum matang penuh. Ukuran buah pun lebih besar daripada buah pertama. “Buah sudah terasa manis meski belum matang optimal. Buah pun tanpa biji,” kata Eko. Kali ini Eko juga menyiramkan ramuan pupuk ke kurma lain di belakang rumah Bakarman. Pohon kedua pun terpicu mengeluarkan tandan bunga. Sayang, bunga tak berkembang menjadi buah karena ternyata pohon kedua tergolong bunga jantan.
“Ini benar-benar bukti sekarang kurma bisa dirangsang berbunga,” kata Lutfi yang gemar mengamati bunga beragam buah-buahan seperti bunga durian, cempedak, dan nangka.  Sejatinya kurma berbuah pendek bukan hanya di Banyuwangi. Pada Mei 2012, Syamsul Asinar Radjam, praktikus buah di Kabupaten Sukabumi,  Provinsi Jawa Barat, mengabarkan kurma yang ditanam pamannya, Taswin di Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, juga berbuah meski tingginya belum genap 1 m. Sayang, persentasi bunga yang menjadi buah kecil. “Hanya beberapa buah yang jadi. Dalam satu tandan paling 3—5 buah saja,” kata Syamsul.
Berumah dua
Menurut Gregori Garnadi Hambali, pakar buah di Bogor, Jawa Barat, selama ini kurma yang berbuah di tanahair berukuran mini. Paling sebesar ujung ibu jari orang dewasa dan tak berbiji. Padahal, kurma segar di Israel hampir sama dengan telur ayam kampung. Kurma tanpa biji lantaran buah muncul bukan hasil perkawinan bunga jantan dan betina. Buah berasal dari pohon yang bersifat partenokarpi. Artinya, pohon mampu membentuk buah tanpa ada penyerbukan jantan pada betina.
Itu karena sebetulnya kurma tergolong berumah dua yaitu hanya menghasilkan 1 jenis bunga saja. Bunga jantan atau betina. Penyerbukan alami terjadi bila terdapat pohon jantan dan betina di lokasi berdekatan. Di Indonesia kurma sulit berbuah karena kebanyakan ditanam tunggal sehingga penyerbukan tidak terjadi. Menurut Greg Hambali, pada kasus perangsangan bunga yang dilakukan Bakarman dan Eko, peluang memperbaiki kualitas buah lebih besar.
“Bila benar-benar pohon jantan dan betina dapat dirangsang, maka serbuk sari jantan dapat digunakan untuk menyerbuki putik betina. Ukuran, rasa, dan tekstur buah dapat lebih bagus seperti kurma di Timur Tengah dan Kalifornia,” tutur Greg.
Dengan bantuan penyerbukan, satu pohon jantan dapat menyerbuki 100 pohon betina. Di Irak ahli terampil berpengalaman melakukan penyerbukan manual dengan memanjat pohon. Di tanahair  keberhasilan Eko itu tentu saja menjadi kabar gembira bagi dunia buah. Dengan begitu pembuahan buah untuk berbuka puasa itu dapat diatur sesuai keinginan pemilik pohon
Sumber: http://www.pojokalam.com/buah-dan-tanaman-hias/cara-baru-membuahkan-kurma/

Budidaya Kurma yang Baik


4   pix_gal2
6     7
(gambar sebagai ilustrasi diambil dari internet, tidak sempat mencatat sumbernya)
suatu saat, seorang teman datang berkunjung. Diantara obrolan, dia mengatakan bahwa ada biji kurma bisa tumbuh di halaman rumahnya. Saya cukup terkejut, sebab selama  ini secara pribadi saya kurang begitu tahu kalau kurma bisa tumbuh tanpa perawatan.
Ramadhan kemarin, seperti biasa saya selalu berusaha menghadirkan kurma sebagai salah satu makanan untuk ta’jil. Kebetulan, tempat kerja juga memberi hadiah kurma packing seberat 2 Kg.  Biasanya, selesai makan kurma saya lempar biji-bijinya ke pojok taman kecil di kantor.
Entah setengah atau satu bulan kemudian, saya melihat di pojok taman banyak tumbuh ilalang (belasan), tingginya mayoritas 30 CM, ada yang lebih sehingga daunnya melengkung kebawah, dan daunnya sudah ada dua helai.
Akhirnya saya berniat untuk mencabuti pohon-pohon ilalang tersebut, karena tidak indah dipandang. Cukup sulit untuk dicabut karena akarnya sudah menancap dalam ke tanah. Ketika itu saya agak heran karena ilalang yang dicabut memiliki biji besar kesamping (bekas tumbuh yang masih menempel). Saat diperhatikan lebih dekat, ternyata itu biji kurma dan pohon itu semuanya pohon kurma bukan ilalang.
arhsa-taman(gambar taman setelah pohon-pohon kurma dipindahkan, dulu belum ditanami bunga)
Saya tertegun. Ternyata, di taman kecil kantor tumbuh pohon kurma dari biji-biji yang saya lemparkan setiap selesai memakan buahnya. Subhanalloh. Saya sudah melihat pohon kurma yang ditanam di halaman beberapa mesjid kota. Begitu juga Bapak Kyai di Pesantren tempat saya mengajar dulu menanam pohon kurma di pot (beli sudah tumbuh). Tapi, sekarang saya menyaksikan sendiri kurma tumbuh dari biji yang saya lemparkan sendiri.
Akhirnya, saya gali semua dan saya pindah ke bekas botol air mineral, karena pasar cukup jauh untuk membeli polybag. Beberapa Minggu kemudian saya bawa pulang ke rumah di Garut. Sampai saat ini, hanya empat pohon yang tersisa, itu pun tidak bertambah tinggi. mungkin karena mayoritas akarnya terpotong saat dicabut paksa, karena sudah terlalu dalam.
Setelah itu, saya setiap kali makan kurma selalu melemparkan ke pojok tertentu dan mengontrol apakah tumbuh lagi atau tidak. Ternyata banyak yang tumbuh lagi. Tapi, selalu terlambat ketahuan karena taman sudah ditanami bunga, Jadi agak tersamar.
Sebaiknya, Anda menanam langsung di polybag atau pot, sebab akar kurma yang berada didalam tanah ukuran panjangnya bisa tiga atau empat kali bagian yang muncul di permukaan. Cara terbaik menurut beberapa sumber, adalah dengan merendam semalaman kemudian membersihkan kulit dan kotoran yang menempel, setelah itu rendam lagi semalaman, kemudian simpan di kapas basah dan tunggu ia tumbuh. Jangan lupa jaga kelembaban kapasnya. Kalau saya sih, lempar saja ke halaman. Tapi nanti Insya Allah akan lebih teratur. Maklum, Kemarin belum tahu ilmunya.
arhsa-kurma (2)(ini adalah pohon kurma yang ketahuan tumbuh saat tingginya 5 CM, akarnya selamat. ukuran akarnya hampir 20 CM)
Berikut adalah gambar-gambar pohon kurma generasi kedua yang saya pindahkan ke botol-botol bekas air mineral. Generasi pertama lupa tidak sempat terdokumentasikan.
arhsa-kurma (3)
(Bijinya masih terlihat menempel. Akar tumbuh dari bagian tengah, bukan dari ujung seperti biji buah-buahan lain)
arhsa-kurma (4)
(Sudah berdaun dua helai, tinggi 25 CM)
arhsa-kurma (5)(Sudah berdaun dua helai, tinggi 25 CM)
arhsa-kurma (6)(yang ini paling tinggi di generasi kedua, 30 CM lebih, tampak samping)
arhsa-kurma (7)(yang ini paling tinggi di generasi kedua, 30 CM lebih, tampak depan. mirip ilalang)
arhsa-kurma (17)(lima pohon generasi kedua)
arhsa-kurma (10)
arhsa-kurma (11)
arhsa-kurma (12)(Pohon kurma yang tidak dipindahkan, karena posisinya ditepi dinding dan akarnya sudah menancap dalam)
arhsa-kurma (13)(ukurannya 45 CM dengan daun dua helai, sehingga melengkung ke bawah)
arhsa-kurma (14)(Pohon kurma yang mati karena dicabut paksa dan akarnya putus, posisi sama disisi dinding)
arhsa-kurma (15)(sisa biji-biji kurma yang tidak tumbuh)
arhsa-kurma (16)(biji kurma DPR -Di bawah Pohon Rindang-)
arhsa-kurma (18)(bijinya masih menempel)
***
beberapa gambar dari perusahaan pembibitan pohon kurma (tetangga sebelah). Jika ingin membeli bibit, kerjasama atau menambah pengetahuan tentang Pohon Kurma, silahkan berkunjung ke situsnya: http://berkahpohonkurma.wordpress.com/
bibit-usia-2-3-bulan
bibit-usia-3-4-bulan
bibit-usia-12-16-bulan
img02422-20120424-1055
Ke depan, saya ingin menanam pohon kurma satu kebun (dipinggir-pinggir kebun dan ditengahnya ditamnami pohon-pohon buah lain seperti Tin, Zaitun, Anggur, Pepaya, Pisang, Jeruk, dll.) dan di ujung-ujung pematang sawah. Walaupun kurma dari biji cenderung menjadi jantan dan tidak berbuah, tidak apa-apa, buahnya bisa beli dari toko/pasar.
Kenapa? sebagai pelaksanaan anjuran Rasulullah untuk menanam pohon. dan sebaik-baik pohon adalah pohon kurma. Tahan cuaca panas, berumur lama, tidak ada pemeliharaan khusus, menahan erosi, melindungi pepohonan lain, dll. Syukur-syukur bisa berbuah seperti yang terjadi di Bekasi, Bogor dan bangka. Amin ya Robb.
Sumber: http://arhsa.wordpress.com/2013/10/24/menanam-pohon-kurma-dari-biji/

Label