Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Jumat, 12 April 2013
Konsep Aeroponik
Konsep Aeroponik
Aeroponik adalah proses penumbuhan tanaman dalam lingkungan udara atau kabut tanpa menggunakan tanah ataumedia agregat (dikenal sebagai geoponics). Kata "Aeroponik" berasal dari Yunani makna aero-(udara) dan ponos(tenaga kerja). Aeroponik budaya berbeda dari kedua hidroponik konvensional dan in-vitro (kultur jaringan)berkembang. Tidak seperti hidroponik, yang menggunakan air sebagai media tumbuh dan mineral penting untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman, aeroponik dilakukan tanpa media tanam.Karena air yang digunakan dalamaeroponik untuk mengirimkan nutrisi, kadang-kadang dianggap sebagai jenis hidroponik.
Pada dasarnya dari budidaya Aeroponik adalah untuk tumbuh tanaman disuspensikan dalam lingkungan tertutup atau semi tertutup dengan menyemprotkan akar tanaman menjuntai dan batang bawah dengan solusi, dikabutkan atau disemprot air yang kaya nutrisi.
Idealnya, lingkungan disimpan bebas dari hama dan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan lebih cepat daripada tanaman yang ditanam di medium. Namun, karena lingkungan Aeroponik kebanyakan tidak sempurnatertutup ke luar, hama dan penyakit masih dapat menyebabkan ancaman. Terkendali memajukan pembangunanlingkungan tanaman, kesehatan, pertumbuhan, berbunga dan berbuah untuk setiap spesies tanaman tertentu dankultivar.
Sebuah variasi dari sistem aeroponik tradisional adalah udara-dynaponics. Dengan sistem ini, yang dikembangkan oleh profesor Gregory Chow Kheong Keat, sprayer mengangkat nutrisi larutan nutrisi, dan semprotan itu ke "akarudara" tergantung ke bawah melalui celah udara sementara menanamkan oksigen ke dalam larutan nutrisi.Pengumpan akar karenanya tetap terus terendam dalam nutrisi yang kaya oksigen yang menyediakan sebagian besarnutrisi dan oksigen untuk tanaman.
Pada dasarnya dari budidaya Aeroponik adalah untuk tumbuh tanaman disuspensikan dalam lingkungan tertutup atau semi tertutup dengan menyemprotkan akar tanaman menjuntai dan batang bawah dengan solusi, dikabutkan atau disemprot air yang kaya nutrisi.
Idealnya, lingkungan disimpan bebas dari hama dan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan lebih cepat daripada tanaman yang ditanam di medium. Namun, karena lingkungan Aeroponik kebanyakan tidak sempurnatertutup ke luar, hama dan penyakit masih dapat menyebabkan ancaman. Terkendali memajukan pembangunanlingkungan tanaman, kesehatan, pertumbuhan, berbunga dan berbuah untuk setiap spesies tanaman tertentu dankultivar.
Sebuah variasi dari sistem aeroponik tradisional adalah udara-dynaponics. Dengan sistem ini, yang dikembangkan oleh profesor Gregory Chow Kheong Keat, sprayer mengangkat nutrisi larutan nutrisi, dan semprotan itu ke "akarudara" tergantung ke bawah melalui celah udara sementara menanamkan oksigen ke dalam larutan nutrisi.Pengumpan akar karenanya tetap terus terendam dalam nutrisi yang kaya oksigen yang menyediakan sebagian besarnutrisi dan oksigen untuk tanaman.
Teknik Aeroponik Sederhana
Pada dasarnya, budi daya secara aeroponik dapat dilakukan sebagai berikut:
- Styrofoam yang berbentuk lembaran diberi lubang pada bagian tengahnya dengan jarak 15 cm.
- Dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool, semaian sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah.
- Di bawah helaian styrofoam, terdapat sprinkler yang meyemprotkan kabut sehingga mengenai akar. Sprinkler ini dijalankan oleh pompa air bertekanan tinggi secara terus-menerus tanpa henti. Jika pompa berhenti terlalu lama, lebih dari 15 menit, maka tanaman akan menjadi layu sehingga diperlukan generator untuk cadangan listrik.
- Bagian terpenting dalam aeroponik adalah pengikatan oksigen oleh kabut air sehingga kandungan oksigen untuk respirasi akar akan meningkat.
- Persyaratan tumbuh untuk aeroponik sama dengan hidroponik.
Sayuran hasil budi daya aeroponik terbukti memunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, beraroma, dan memunyai cita rasa tinggi. Sayuran yang ditanam secara aeroponik di antaranya caisim, pakcoy, selada, kailan, dan kangkung. Biasanya sayuran yang ditanam berumur beberapa minggu atau bulan. Sayuran aeroponik biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas karena kualitas dan mutunya yang bagus.
Pak Harto dan Ketahanan Pangan
KEUNGGULAN program ketahanan pangan pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto diakui oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono (2004-2009) dengan banyak mengadopsi program-program semasa Orde Baru. Anton mengaku, merasa berutang budi kepada Pak Harto karena tugas-tugasnya sebagai Menteri Pertanian saat itu hanya menyatukan kembali puing-puing yang berserakan yang telah dibangun Pak Harto. “Beliau telah meletakkan dasar-dasar pembangunan pertanian yang benar. Banyak program beliau yang bagus dan saya lanjutkan,” ujar Anton.
Menurut Anton, setelah era Pak Harto, hampir tidak ada pembangunan waduk-waduk besar. Pak Harto juga membangun infrastruktur perbenihan, pengamatan, dan pengendalian hama. Banyak peninggalan Presiden Kedua Indonesia itu yang sangat bermanfaat bagi pembangunan pertanian selanjutnya. “Saya kagum terhadap beliau yang sangat paham masalah pertanian sehingga saya tidak ragu menyebut beliau Bapak Pembangunan Pertanian Indonesia.”
Menguatkan pendapat Anton, Menteri Pertanian Prof Bungaran Saragih (2001-2004) mengatakan Pak Harto menempatkan upaya memenuhi kebutuhan pangan pokok tanpa harus impor, sebagai fokus pembangunan di masa pemerintahannya. “Waktu itu, ada tekad yang kuat dari pemerintah untuk berswasembada beras.”
Pada masa Pak Harto, selain tekad yang kuat juga dikembangkan kebijakan dan penerapan program yang tepat dan konsisten. “Pak Harto membangun dan mengembangkan organisasi atau institusi yang akan menjalankan program-program tersebut.”
Selanjutnya, setelah memiliki tekad, kebijakan, program, dan organisisasi pelaksana dari pusat hingga ke daerah, Pak Harto menyediakan sumber daya manusia, yang relatif lebih pintar dengan menghasilkan sarjana-sarjana pertanian yang akan diterjunkan melaksanakan dan mendukung program tersebut, baik di lapangan maupun di lembaga-lembaga penelitian dan kampus. Pak Harto juga menyediakan sumber dana yang besar untuk menyukseskan program menuju swasembada pangan.
Pak Harto juga sukses memobilisasi masyarakat, terutama petani untuk bersama-sama meningkatkan produksi pertanian. “Kita beruntung saat itu mendapatkan benih unggul melalui program revolusi hijau saat itu. Pak Harto menangkap revolusi hijau dengan tekad, dirumuskan dan dituangkan dalam kebijakan dan program, dicetak melalui institusi, kemudian disediakan SDM dan dana serta mobilisasi masyarakat petani.”
Wakil Presiden M Jusuf Kalla (2004-2009) juga menilai Presiden Soeharto berjasa besar di bidang pembangunan ekonomi dan pertanian karena mampu menurunkan tingkat inflasi dari 650 persen menjadi 12 persen dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya. Selain itu, Pak Harto juga punya andil besar dalam pembangunan irigasi pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Bahkan sampai saat ini, kata Kalla, belum ada presiden yang mampu menandinginya.
“Itulah sumbangan terbesar dalam pembangunan ekonomi, selain membuat Indonesia ini dapat berswasembada pangan karena belum ada presiden yang dapat membangun saluran irigasi pertanian sebesar yang dibangun Pak Harto,” kata Kalla.
Program Pertanian era Pak Harto
MENGAWALI masa pemerintahannya pada 1966, Presiden Soeharto memprioritaskan sektor agraria dan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mengarah pada revolusi pangan. Hal ini ditempuh karena kemiskinan dan kelangkaan pangan menjadi prahara sekaligus pemantik munculnya konflik dan krisis politik yang melanda Indonesia yang masih belia saat itu.
Sepanjang 1970-an hingga 1980-an dilakukan investasi besar-besaran untuk infrastruktur pertanian. Sejumlah waduk, bendungan, dan irigasi dibangun. Pada Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), swasemabda pangan merupakan fokus tersendiri dalam rencana pembangunan yang dibuat oleh Pak Harto. Di dalam Pelita I Pertanian dan Irigasi dimasukkan sebagai satu bab tersendiri dalam rincian rencana bidang-bidang. Di dalam rincian penjelasan dijelaskan bahwa tujuannya adalah untuk peningkatan produksi pangan terutama beras.
Pada masa pemerintahan Pak Harto juga dikembangkan institusi-institusi yang mendukung pertanian, mulai dari koperasi yang melayani kebutuhan pokok petani dalam usaha agribisnisnya, Bulog yang menampung hasil dari petani, institusi penelitian seperti BPTP yang berkembang untuk menghasilkan inovasi untuk pengembangan pertanian yang pada masa Pak Harto salah satu produknya yang cukup terkenal adalah Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW), hingga berbagai bentuk kerjasama antar lembaga yang terkait penyediaan sarana prasaran yang mendukung pertanian seperti irigasi dan pembangunan pabrik pupuk.
Penyediaan sarana penunjang, seperti pupuk, diamankan dengan membangun pabrik-pabrik pupuk. Para petani dimodali dengan kemudahan memperoleh kredit bank. Pemasaran hasil panen mereka dijamin dengan kebijakan harga dasar dan pengadaan pangan. Diperkenalkan juga manajemen usaha tani, dimulai dari Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus, dan Intensifikasi Khusus yang terbukti mampu meningkatkan produksi pangan, terutama beras. Saat itu, budi daya padi di Indonesia adalah yang terbaik di Asia. Pemerintah memfasilitasi ketersediaan benih unggul, pupuk, pestisida melalui subsidi yang terkontrol dengan baik. Pabrik pupuk dibangun. Petro Kimia Gresik di Gresik, Pupuk Sriwijaya di Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer di Aceh.
Teknologi pertanian diperkenalkan dan disebarluaskan kepada para petani melalui kegiatan penyuluhan. Pemerintah menempatkan para penyuluh pertanian di tingkat desa dan kelompok petani. Selain program penyuluhan, kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, pemirsa), juga menjadi salah satu program pertanian Orde Baru yang khas, karena menyuguhkan temu wicara langsung antara petani, nelayan, dan peternak dengan menteri atau Presiden Soeharto langsung. Kelompencapir juga menyelenggarakan kompetisi cerdas cermat pertanian yang diikuti oleh para petani berprestasi dari berbagai daerah.
Swasembada Beras
Program kerja pertanian Pak Harto berbuah prestasi. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraria pengimpor beras terbesar pada 1966, mampu mencukupi kebutuhan pangan di dalam negeri melalui swasembada beras pada 1984. Pada 1969 Indonesia memproduksi beras sekitar 12,2 juta ton beras, sementara pada 1984, bisa mencapai 25,8 juta ton beras.
Kesuksesan ini mengantarkan Pak Harto diundang berpidato di depan Konferensi ke-23 FAO (Food and Agriculture Organization) /Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), di Roma, Italia, 14 November 1985. [Sumber: Jurnal Diplomasi Vol. 3 No. 3 September 2011, Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI]
Kamis, 11 April 2013
Klasifikasi Tanah (part 2)
Selanjutnya, sistem klasifikasi tanah ini telah berkembang dari 10 ordo pata tahun 1975 menjadi 12 ordo tahun 2003 (Rayes, 2007). Kedua-belas ordo tersebut dibedakan berdasarkan:
(1) ada atau tidaknya horison penciri,
(2) jenis horison penciri, dan
(3) sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukan tanah, meliputi:
3.1 penciri khusus, dan
3.2 penciri lainnya.
(1) ada atau tidaknya horison penciri,
(2) jenis horison penciri, dan
(3) sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukan tanah, meliputi:
3.1 penciri khusus, dan
3.2 penciri lainnya.
Horizon Penciri terdiri dari dua bagian:
(a) horizon atas (permukaan) atau epipedon, dan
(b) horizon bawah atau endopedon.
(a) horizon atas (permukaan) atau epipedon, dan
(b) horizon bawah atau endopedon.
Epipedon atau horison atas / permukaan penciri dibedakan dalam 8 kategori (Soil Survey Staff, 2003), yaitu:
(a) epipedon mollik,
(b) epipedon umbrik,
(c) epipedon okrik,
(d) epipedon histik,
(e) epipedon melanik,
(f) epipedon anthropik,
(g) epipedon folistik, dan
(h) epipedon plagen.
(a) epipedon mollik,
(b) epipedon umbrik,
(c) epipedon okrik,
(d) epipedon histik,
(e) epipedon melanik,
(f) epipedon anthropik,
(g) epipedon folistik, dan
(h) epipedon plagen.
Endopedon atau horizon bawah penciri dibedakan menjadi 13 (Soil Survey Satff,
2003), yiatu:
(a) horizon argilik,
(b) horizon kambik,
(c) horizon kandik,
(d) horizon kalsik,
(e) horizon oksik,
(f) horison gipsik,
(g) horizon petrokalsik,
(h) horizon natrik,
(i) horizon plakik,
(j) horizon spodik,
(k) horizon sulfuric,
(l) horizon albik.
Beberapa Sifat Penciri Khusus, adalah:
(a) konkresi,
(b) padas (pan),
(c) fraipan, (duripan),
(d) Plintit,
(e) slickenside,
(f) selaput liat,
(g) kontak litik,
(h) kontak paralithik.
Beberapa Sifat Penciri Lain, adalah:
(a) rezim suhu tanah,
(b) rezim lengas tanah, dan
(c) sifat-sifat tanah Andik.
(a) rezim suhu tanah,
(b) rezim lengas tanah, dan
(c) sifat-sifat tanah Andik.
Rezim suhu tanah dibedakan dalam 3 kategori, yaitu:
(a) mesic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 8oC s/d 15oC.
(b) thermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 15oC s/d 22oC.
(c) hyperthermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan > 22oC.
(a) mesic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 8oC s/d 15oC.
(b) thermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 15oC s/d 22oC.
(c) hyperthermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan > 22oC.
Istilah iso (iso-mesic, iso-thermic, iso-hyperthermic) digunakan untuk menunjukkan perbedaan suhu tanah rata-rata musim panas dan musim dingin < 6oC).
Rezim lengas tanah dibedakan dalam 4 kategori, yaitu:
(a) aquic: tanah hampir selalu jenuh air, sehingga terjadi reduksi dan ditunjukkan oleh adanya karatan dengan chroma rendah (chroma < 2 dan value < 4). (b) perudic: curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi. (c) udic: tanah tidak pernah kering selama 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya. (d) ustic: tanah setiap tahunnya kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180 hari. Pengertian 10 ordo tanah menurut Hardjowigeno (1992) adalah sebagai berikut:
Alfisol:
Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning, Latosol, kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning.
(a) aquic: tanah hampir selalu jenuh air, sehingga terjadi reduksi dan ditunjukkan oleh adanya karatan dengan chroma rendah (chroma < 2 dan value < 4). (b) perudic: curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi. (c) udic: tanah tidak pernah kering selama 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya. (d) ustic: tanah setiap tahunnya kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180 hari. Pengertian 10 ordo tanah menurut Hardjowigeno (1992) adalah sebagai berikut:
Alfisol:
Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning, Latosol, kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning.
Aridisol:
Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). Mempunyai epipedon ochrik, kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil.
Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). Mempunyai epipedon ochrik, kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil.
Entisol:
Tanah yang termasuk ordo Entisol merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. Tidak ada horison penciri lain kecuali epipedon ochrik, albik atau histik. Kata Ent berarti recent atau baru. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau Regosol.
Tanah yang termasuk ordo Entisol merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. Tidak ada horison penciri lain kecuali epipedon ochrik, albik atau histik. Kata Ent berarti recent atau baru. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau Regosol.
Histosol:
Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. Kata Histos berarti jaringan tanaman. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol.
Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. Kata Histos berarti jaringan tanaman. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol.
Inceptisol:
Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda, tetapi lebih berkembang daripada Entisol. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. Umumnya mempunyai horison kambik. Tanah ini belum berkembang lanjut, sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial, Andosol, Regosol, Gleihumus, dll.
Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda, tetapi lebih berkembang daripada Entisol. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. Umumnya mempunyai horison kambik. Tanah ini belum berkembang lanjut, sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial, Andosol, Regosol, Gleihumus, dll.
Mollisol:
Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), kandungan bahan organik lebih dari 1%, kejenuhan basa lebih dari 50%. Agregasi tanah baik, sehingga tanah tidak keras bila kering. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem, Brunize4m, Rendzina, dll.
Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), kandungan bahan organik lebih dari 1%, kejenuhan basa lebih dari 50%. Agregasi tanah baik, sehingga tanah tidak keras bila kering. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem, Brunize4m, Rendzina, dll.
Oxisol:
Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah, yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Berdasarkan pengamatan di lapang, tanah ini menunjukkan batas-batas horison yang tidak jelas. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning), Lateritik, atau Podzolik Merah Kuning.
Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah, yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Berdasarkan pengamatan di lapang, tanah ini menunjukkan batas-batas horison yang tidak jelas. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning), Lateritik, atau Podzolik Merah Kuning.
Spodosol:
Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang, dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol.
Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang, dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol.
Ultisol:
Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah, bersifat masam, kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning, Latosol, dan Hidromorf Kelabu.
Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah, bersifat masam, kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning, Latosol, dan Hidromorf Kelabu.
Vertisol:
Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison, mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. Kalau basah mengembang dan lengket. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit.
Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison, mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. Kalau basah mengembang dan lengket. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit.
Daftar Pustaka :
Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Edisi ketiga. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta. 233 halaman.
Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo. Jakarta. 274 Halaman.
Madjid, A. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar online. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya. Http://dasar2ilmutanah.blogspot.com.
Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Penerbit Andi Yogyakarta. Yogyakarta. 298 halaman.
Klasifikasi Tanah (part 1)
Klasifikasi Tanah
Taksonomi tanah berdasarkan sistem Dudal-Soepraptohardjo mendasarkan pada penampilan profil tanah dan sejumlah ciri-ciri fisika dan kimia. Dasar sistem ini adalah dari Rudi Dudal, ahli tanah dari Belgia, yang dimodifikasi untuk situasi Indonesia oleh M. Soepraptohardjo. Sistem ini disukai oleh pekerja lapangan pertanian karena mudah untuk diterapkan di lapangan. Versi aslinya dirilis pada tahun 1957. Modifikasinya dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1978 dan 1982. Sistem ini (dan modifikasinya) berlaku khusus untuk Indonesia, dengan mengadopsi beberapa sistem internasional, khususnya dalam penamaan dan pemberian kriteria.
Berikut adalah klasifikasi tanah Indonesia menurut sistem Dudal-Soepraptohardjo (D-S), diberikan dengan padanannya menurut empat sistem klasifikasi lain.
Dudal-Soepraptohardjo (D-S) (1957-1961) | Modifikasi PPT atas D-S (1978/1982) | FAO/UNESCO (1974)[2] | World Reference Base (WRB) (2007) | Soil Survey Staff USDA (1975 – 1990) |
Tanah aluvial (endapan, alluvial soil) | Tanah aluvial | Fluvisol | Entisol, Inceptisol | |
Andosol | Andosol | Andosol | Andosol | Andisol |
Tanah Hutan Coklat (Brown Forest Soil) | Kambisol | Cambisol | Cambisol | Inceptisol |
Grumusol | Grumusol | Vertisol | Vertisol | Vertisol |
Latosol | Kambisol, Latosol, Lateritik | Cambisol, Litosol, Ferralsol | Inceptisol, Ultisol, Oxisol | |
Litosol | Litosol | Litosol | Entisol (subkelompok lithic) | |
Mediteran | Mediteran | Luvisol | Chromic Luvisols | Alfisol, Inceptisol |
Organosol | Organosol | Histosol | Histosol | Histosol |
Podsol | Podsol | Podsol | Podzols | Spodosol |
Podsolik Merah Kuning | Podsolik | Acrisol | Ultisol | |
Podsolik Coklat | Kambisol | Cambisol | Inceptisol | |
Podsolik Coklat Kelabu | Podsolik | Acrisol | Ultisol | |
Regosol | Regosol | Regosol | Entisol, Inceptisol | |
Renzina | Renzina | Rendzina | Calcic Leptosols | Rendoll |
- | Ranker | Ranker | Acidic Leptosols | - |
Sumber: Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah (disederhanakan), kecuali untuk sistem WRB.
· Kategori Ordo Tanah:
Ordo tanah dibedakan berdasarkan ada tidaknya horison penciri serta jenis (sifat) dari horison penciri tersebut.
Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa lebih besar dari 35% termasuk ordo Alfisol. Sedangkan tanah lain yang memiliki horison argilik tetapi berkejenuhan basa kurang dari 35% termasuk ordo Ultisol.
Contoh tata nama tanah kategori Ordo:
Ultisol.
(Keterangan: tanah memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa kurang dari 35% serta telah mengalami perkembangan tanah tingkat akhir = Ultus). Nama ordo tanah Ultisol pada tata nama untuk kategori sub ordo akan digunakan singkatan dari nama ordo tersebut, yaitu: Ult merupakan singkatan dari ordo Ultisol).
Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa lebih besar dari 35% termasuk ordo Alfisol. Sedangkan tanah lain yang memiliki horison argilik tetapi berkejenuhan basa kurang dari 35% termasuk ordo Ultisol.
Contoh tata nama tanah kategori Ordo:
Ultisol.
(Keterangan: tanah memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa kurang dari 35% serta telah mengalami perkembangan tanah tingkat akhir = Ultus). Nama ordo tanah Ultisol pada tata nama untuk kategori sub ordo akan digunakan singkatan dari nama ordo tersebut, yaitu: Ult merupakan singkatan dari ordo Ultisol).
· Kategori Sub-ordo Tanah:
Sub-ordo tanah dibedakan berdasarkan perbedaan genetik tanah, misalnya: ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh: (1) air, (2) regim kelembaban, (3) bahan iduk utama, dan (4) vegetasi. Sedangkan pembeda sub-ordo untuk tanah ordo histosol (tanah organik) adalah tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya: fibris, hemis, dan safris.
Contoh tata nama tanah kategori Sub Ordo:
Udult.
(Keterangan: tanah berordo Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering yang disebut: Udus, sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembaban ini yaitu: Ud. Kata Ud ditambahkan pada nama Ordo tanahUltisol yang telah disingkat Ult, menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo, yaitu: Udult).
Contoh tata nama tanah kategori Sub Ordo:
Udult.
(Keterangan: tanah berordo Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering yang disebut: Udus, sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembaban ini yaitu: Ud. Kata Ud ditambahkan pada nama Ordo tanahUltisol yang telah disingkat Ult, menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo, yaitu: Udult).
· Kategori Great Group Tanah:
Great Group tanah dibedakan berdasarkan perbedaan: (1) jenis, (2) tingkat perkembangan, (3) susunan horison, (4) kejenuhan basa, (5) regi suhu, dan (6) kelembaban, serta (7) ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain, seperti: plinthite, fragipan, dan duripan.
Contoh tata nama tanah kategori Great Group:
Fragiudult.
(Keterangan: tanah tersebut memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut Fragipan, sehingga ditambahkan singkatan kata dari Fragipan, yaitu: Fragi. Kata Fragi ditambahkan pada Sub Ordo: Udult, menjadi kata untuk tata nama kategori great group, yaitu: Fragiudult)
Contoh tata nama tanah kategori Great Group:
Fragiudult.
(Keterangan: tanah tersebut memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut Fragipan, sehingga ditambahkan singkatan kata dari Fragipan, yaitu: Fragi. Kata Fragi ditambahkan pada Sub Ordo: Udult, menjadi kata untuk tata nama kategori great group, yaitu: Fragiudult)
· Kategori Sub Group Tanah:
Sub Group tanah dibedakan berdasarkan: (1) sifat inti dari great group dan diberi nama Typic, (2) sifat-sifat tanah peralihan ke: (a) great group lain, (b) sub ordo lain, dan (c) ordo lain, serta (d) ke bukan tanah.
Contoh tata nama tanah kategori Sub Group:
Aquic Fragiudult.
(keterangan: tanah tersebut memiliki sifat peralihan ke sub ordo Aquult karena kadang-kadang adanya pengaruh air, sehingga termasuk sub group Aquic).
Contoh tata nama tanah kategori Sub Group:
Aquic Fragiudult.
(keterangan: tanah tersebut memiliki sifat peralihan ke sub ordo Aquult karena kadang-kadang adanya pengaruh air, sehingga termasuk sub group Aquic).
· Kategori Famili Tanah:
Famili tanah dibedakan berdasarkan sifat-sifat tanah yang penting untuk pertanian dan atau engineering, meliputi sifat tanah: (1) sebaran besar butir, (2) susunan mineral liat, (3) regim temperatur pada kedalaman 50 cm.
Contoh tata nama tanah pada kategori Famili:
Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik.
(keterangan: Penciri Famili dari tanah ini adalah: (1) susunan besar butir adalah berliat halus, (2) susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolinit, (3) regim temperatur adalah isohipertermik, yaitu suhu tanah lebih dari 22 derajat celsius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin kurang dari 5 derajat celsius).
Contoh tata nama tanah pada kategori Famili:
Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik.
(keterangan: Penciri Famili dari tanah ini adalah: (1) susunan besar butir adalah berliat halus, (2) susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolinit, (3) regim temperatur adalah isohipertermik, yaitu suhu tanah lebih dari 22 derajat celsius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin kurang dari 5 derajat celsius).
· Kategori Seri Tanah:
Seri tanah dibedakan berdasarkan: (1) jenis dan susunan horison, (2) warna, (3) tekstur, (4) struktur, (5) konsistensi, (6) reaksi tanah dari masing-masing horison, (7) sifat-sifat kimia tanah lainnya, dan (8) sifat-sifat mineral dari masing-masing horison. Penetapan pertama kali kategori Seri tanah dapat digunakan nama lokasi tersebut sebagai penciri seri.
Contoh tata nama tanah pada kategori Seri:
Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik, Sitiung.
(Keterangan: Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori Seri tersebut).
Contoh tata nama tanah pada kategori Seri:
Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik, Sitiung.
(Keterangan: Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori Seri tersebut).
Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal:
1. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan.
2. Definisi-definisi horison penciri.
3. Beberapa sifat penciri lainnya.Sistem klasifikasi tanah terbaru ini memberikan Penamaan Tanah berdasarkan sifat utama dari tanah tersebut.
1. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan.
2. Definisi-definisi horison penciri.
3. Beberapa sifat penciri lainnya.Sistem klasifikasi tanah terbaru ini memberikan Penamaan Tanah berdasarkan sifat utama dari tanah tersebut.
Menurut Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, adalah sebagai berikiut:
1. Alfisol –> disingkat: Alf
2. Aridisol –> disingkat: Id
3. Entisol –> disingkat: Ent
4. Histosol –> disingkat: Ist
5. Inceptisol –> disingkat: Ept
6. Mollisol –> disingkat: Oll
7. Oxisol –> disingkat: Ox
8. Spodosol –> disingkat: Od
9. Ultisol –> disingkat: Ult
10. Vertisol –> disingkat: Ert
Ke Part 2
2. Aridisol –> disingkat: Id
3. Entisol –> disingkat: Ent
4. Histosol –> disingkat: Ist
5. Inceptisol –> disingkat: Ept
6. Mollisol –> disingkat: Oll
7. Oxisol –> disingkat: Ox
8. Spodosol –> disingkat: Od
9. Ultisol –> disingkat: Ult
10. Vertisol –> disingkat: Ert
Ke Part 2
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- :: Pasar Gembrong (1)
- “Usaha Kerupuk Emping Melinjo Di Kab.Pasaman” (1)
- [20]. Analisis Bisnis: Warung “Indomie” Rebus (1)
- a (1)
- advice (29)
- Agribisnis (2)
- Agroindustri Cacing Tanah (1)
- Ahli budidaya kopi : kurangi dampak salju dengan pohon naungan (1)
- Air minum RO mantap (1)
- Air RO kualitas baik (2)
- Alat Penangkapan Ikan (1)
- Alpukat (5)
- ANALISA USAHA BAKSO (1)
- ANDA JUGA BERHAK ATAS BONUS JARINGAN 10 LEVEL DARI WEB INI...! (1)
- Aneka Manfaat (4)
- Anggur (3)
- anime (1)
- arti hoti kutura (1)
- artikel (7)
- Artikel Kehutanan (2)
- Artikel Perikanan (22)
- Artikel Perkebunan (2)
- Artikel Pertanian (31)
- Artikel Peternakan (29)
- Artikel Tanaman Pertanian (3)
- ayam goreng (1)
- ayam jago (4)
- ayam petarung rasional (1)
- ayam siyam (1)
- Azolla dan Info Pasar (1)
- bahan berbahaya (1)
- bahanpangan (1)
- bakso ayam udang (1)
- bakso barbel (2)
- Bandrek Dan Peluang Usahanya Yang Cukup Panas (1)
- Bandrek Said (2)
- Bandrek Sorbat (1)
- Bansus (Bandrek Susu) 12 scht (1)
- Banten (1)
- Banyak guru di Dairi tanam kopi Warta (1)
- Batu bata Berkualitas (1)
- Bawang Putih (1)
- bayi (2)
- BEBERAPA METODE TERNAK SEMUT RANGRANG (1)
- Belajar Bisnis Daging Sapi (1)
- BELAJAR CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH (1)
- BELIMBING WULUH (1)
- BENGKELDEN AGROBISNIS DI KATUMBIRI EXPO 2013 (1)
- Berbagi mimpi yang indah pada teman teman (1)
- Berikut Cara Proses Tenak Kenari dari hasil broser mbah google (1)
- BERITA TERKAIT (1)
- Berkebun (1)
- Bermodal Rp500 Ribu (1)
- Beternak Ayam Arab (1)
- beternak Puyuh (2)
- Bidang Pembinaan dan Pengawasan Usaha (1)
- Bisa Tahu Kultur Cacing (1)
- Bisnis Air 5 juta (1)
- bisnis bengkel (1)
- Bisnis Boneka (1)
- Bisnis Dengan Memanfaatkan Kepopuleran Tokoh Kartun (1)
- Bisnis Franchise Keripik Singkong Bisa Jadi Jutawan (1)
- Bisnis Franchise Keripik Singkong Bisa Jadi Jutawan ... (1)
- Bisnis Kayu Kelapa (1)
- BISNIS KERAJINAN TANGAN (1)
- Bisnis Kroto Cuma Bermodal Rp2 Juta (1)
- Bisnis Menggiurkan dari Burung Langka (1)
- bisnis online (1)
- bisnis tanpa modal (1)
- Bolu Pisang Barangan (1)
- Buah dan Sayuran (1)
- Buah Naga (13)
- Budi Daya (11)
- BUDI DAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL (1)
- budiday hewan yg mengun tungkan (1)
- BUDIDAYA (32)
- Budidaya Apel Manalagi Bisa Hasilkan Omzet Rp 50 Juta per Bulan (1)
- BUDIDAYA BEKICOT (1)
- Budidaya Bunga Mawar (2)
- budidaya bunga raflesia (2)
- Budidaya Burung Puyuh Semakin Terpinggirkan (1)
- Budidaya Burung Walet (2)
- budidaya cacing (4)
- Budidaya Cacing Tanah (2)
- budidaya cacing tanah sehat (1)
- budidaya ikan cupang (1)
- Budidaya Ikan Cupang Dengan Omset Jutaan Rupiah Tiap Minggu (1)
- Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal (1)
- Budidaya itik (1)
- Budidaya Kelengkeng Pingpong (1)
- budidaya ktoto (1)
- Budidaya Kupu-kupu Menguntungkan (1)
- Budidaya Langka (1)
- Budidaya Lebah (1)
- budidaya Lebah Dengan hasil Memuaskan (1)
- BUDIDAYA LELE PERLU DITINGKATKAN (1)
- Budidaya Luwak Genjot Produktivitas Kopi (1)
- Budidaya Penggemukan Ternak Sapi Potong (1)
- BUDIDAYA RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK (1)
- Budidaya Sapi Potong (1)
- Budidaya sawi (1)
- Budidaya Sengon (1)
- BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG (1)
- Bukit Asam Kaji Usaha Perkebunan dan Properti (1)
- bunga indah (1)
- Cabai (11)
- cacing halus (1)
- Cake Bolu Bisnis Yang Menarik (1)
- Cara Agar Sukses Budidaya dan Ternak Kenari (1)
- Cara Berternak kura kura Brazil (1)
- Cara Beternak Lembu (1)
- Cara Buat Pelet Ikan dari Cacing Tanah (1)
- Cara budidaya cacing sutra di kolam terpal Mudah dan Praktis (1)
- Cara Budidaya Pohon Aren (1)
- cara budidaya pohon aren dengan baik (1)
- Cara Membuat Bakso Sapi Dan Usaha Bakso (1)
- Cara Memulai Usaha Bakso Yang Jitu (1)
- Cara Menanam (1)
- Cara Menanam Pepaya Yang Baik Dan Benar (1)
- Cara menanam pohon gaharu yang tepat (1)
- Cara menanam pohon kurma dari biji buah kurma (1)
- cara menyulingkan asap dari pembakaran tempurung (1)
- Cara Mudah Beternak Cacing Sutra Di Kolam (1)
- Cara Mudah Menanam Bunga Mawar Dalam Pot (1)
- Cara pembuatan Wedang Jahe (1)
- CARA PRAKTIS DAN MUDAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (1)
- Cengkeh (1)
- Cerita Lesunya Bisnis Perkebunan di Indone (1)
- Ciri Ciri ayam jago (1)
- CONTACT (1)
- contoh peluang usaha agrobisnis (1)
- DAFTAR ARTIKEL (1)
- Dahsyatnya Kaki Lima (1)
- Dari Pelatihan (1)
- dasyatnya seranga kupu-kupu (1)
- Depot Air Minum Isi Ulang (1)
- download (4)
- Duku (1)
- Dulu Kernet (1)
- Dunia Hewan (24)
- Eba (1)
- education (2)
- Emperen Ruko Bukan Halangan Hasilkan Rp 100 Ribu/Malam (1)
- Enak dan bermanfaat (1)
- engineering (9)
- Fakta Mengejutkan Manfaat Dari Ubi Jalar (1)
- Fosil Dinosaurus (1)
- Gagal Usaha RO (1)
- gambar (7)
- gurame (1)
- Hama (10)
- Harga Miring Kualitas Lumayan (1)
- Hati-hati Kurma Keluaran Israel! (1)
- ho (1)
- Hobby (108)
- Ide Usaha kerajinan tangan dari kain felt (1)
- ikan cupang (2)
- ikan gurame (2)
- Ikan Hias (5)
- ikan hiyas (1)
- ikan koi (1)
- Ikan Lele (5)
- ikan patin (1)
- info (205)
- INFORMASI (5)
- Ingin Usaha dibantu YMTKI (1)
- ini caranya (1)
- Inovasi Usaha dan Cara Budidaya Telur Ikan Gurame (1)
- Investasi Budidaya Perkebunan Singkong (1)
- Investasi Pengganti Emas (1)
- Investasi Penggemukan Sapi Potong (1)
- izin usaha perkebunan (1)
- J E R U K BERGIZI (1)
- Jagung (1)
- jalan Gatot Subroto (1)
- Jangan Tinggalkan Medan (1)
- jokes (31)
- Jual Bibit Kopi di Pontianak (1)
- Jual rempeyek untung 2 Juta perbulan (1)
- Jual Semut Jepang Magelang (1)
- Jual Semut Jepang Semarang (2)
- Jurnalis Tv Berbisnis Bandrek (1)
- Jurusan (8)
- just for fun (30)
- Kabupaten Lebak (1)
- Katalog Kerajinan Kayu Kelapa (1)
- Kayu Kelapa Jadi Incaran (1)
- Kayu Kelapa Seharga Puluhan Juta (1)
- KAYU KELAPA: Palu pasok 100 boks kontainer tiap bulan (1)
- kebun (1)
- kedelai (2)
- kelapa sawit (1)
- kelapa tua (1)
- Kenikmatan Khas Tersendiri (1)
- keong tomat kecap (1)
- Kerajaan Kupu-Kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (1)
- kerja santai hasil memuaskan (1)
- Kesehatan (7)
- Khasiat Buah Markisa Bagi Kesehatan (1)
- Kini Jadi Juragan Buah Beromzet Ratusan Juta (1)
- Kisah Kepala Desa Makmurkan Warganya Lewat Bisnis Lele (1)
- Kisah Sukses Pengusaha Muda Indonesia (1)
- komputer (8)
- Koperasi (1)
- kopi luak (2)
- KOpi luwak enakz.... guri lo (1)
- kuliah (21)
- KUNCI SUKSES BISNIS KAKILIMA (1)
- kupu kupu ganas (1)
- kupu-kupu (1)
- KURMA : MULAI TANAM SAMPAI PANEN (1)
- Kurma Manis (5)
- Kurma Phoenix Dactylifera Bisa Dikembangkan Di Bandung (1)
- Laba Besar dari Budidaya Ulat Hong Kong (1)
- Lahan Transmigrasi Masuk HGU Perusahaan Perkebunan (1)
- Lahan untuk kopi yang baik (1)
- Lain-Lain (3)
- Lebah madu (1)
- limba pasar (1)
- Limbah Dapur (1)
- macam macam makanan ternak (1)
- Madu Sehat (1)
- Madu yg Lezat (1)
- Mahasiswa UNY Ciptakan Emping Melinjo Rasa Aneka Buah (1)
- mainan untuk ank bahan bekas (1)
- Maluku Jadi Lumbung Ikan Nasional (1)
- MANDEKNYA USAHA FLORIKULTURA INDONESIA (1)
- manfaat sari kurma sahara (1)
- mangga maniz (1)
- Manusia untuk Taklukkan Kematian (1)
- Mari (1)
- Mas TINO Pengusaha Kerak Telor Betawi (1)
- Mau ternak ulat hongkong cara praktis? (1)
- Melon (1)
- membangun jiwa wira usaha (1)
- membuat baterai cepat dan peraktis (1)
- membuat biogas dengan kotoran sapi (1)
- membuat mobil mobilan (1)
- Membuat Pakan Ternak Sapi Potong Modern (1)
- membuat senter dengan korek bekas (1)
- Membuat Tempe yang baik dan berkualitas (1)
- Membuka usaha minuman bandrek hanjuang yang menguntungkan (1)
- membut biogas yang benar (1)
- Mencuil keuntungan dari kerajinan lempung impor (1)
- Mendulang Emas dari Budidaya Semut Rangrang (1)
- Mendulang laba dari limbah kulit kayu kelapa (1)
- Mengembangbiakkan Musang Pandan (1)
- Mengintip Usaha Modal Kecil (1)
- mengkudu (1)
- Mengolah Kayu Kelapa Menjadi Bahan Baku Mebel (1)
- Mengolah Pisang Menjadi Bisnis Sampingan Yang Menggiurkan (1)
- Menjadi Miliarder Ala Peternak Bebek (1)
- menjaga kulit (1)
- Menyeruput Laba Usaha Bandrek Instan (1)
- Meraup Omset Jutaan Rupiah dari Ternak Ulat Hongkong (1)
- Mesin Pembuat Emping Melinjo - Type Injak (Ukuran Super/Lebar) (1)
- mesin pembuatan arang kelapa (1)
- Mesin Reverse Osmosis (1)
- MILIKI USAHA GROSIR BAJU ANAK DI RUMAH ANDA (1)
- minuman gaul anak muda Medan (1)
- minyak angin aroma terapi (1)
- minyak lintah (1)
- Misteri Rafflesia arnoldi yang Sampai Saat ini belum Terpecahkan (1)
- mitos ayam (1)
- Mobil-Mobilan dari Barang-Barang Bekas (1)
- Motivasi (3)
- Mudah Ditanam (1)
- murah kura kura (1)
- nama (2)
- obat darah tinggi (1)
- obat herbal (3)
- Omzet Rp60 Juta per Bulan (1)
- Panduan Budidaya Apel di Indonesia (1)
- Panduan Cara Ternak Budidaya Ikan Lele Dan Langkah Langkahnya (1)
- Panduan dan Tips (21)
- Panduan Lengkap Ternak Itik Petelur (1)
- Panganan Enak dan Sehat (1)
- Pasaran Kayu Tinggi (1)
- Pedoman Teknis Sukses Wirausaha Budidaya Burung puyuh Document Transcript (1)
- pekebunan (1)
- Pelaku Usaha Bolu Gulung Meraih Kesuksesan Di Ayodagang (1)
- Peluang Bisnis Emping Melinjo Menjanjikan Untung Besar (1)
- Peluang Bisnis Reseller Emping Melinjo Aneka Rasa (1)
- Peluang hasil perkebunan (1)
- Peluang Investasi Pengembangan Tanaman Budidaya Pisang di Kabupaten Kutai Kartanegara (1)
- Peluang Usaha (36)
- Peluang Usaha 2013 Dengan Bisnis Kuliner Bakso dan Cara Membuat Bakso Daging Sapi yang Super Enak..! (1)
- peluang usaha agrobisnis (1)
- peluang usaha agrobisnis di lahan sempit (1)
- Peluang Usaha Air Minum Isi Ulang (1)
- Peluang usaha bengkel (1)
- Peluang usaha brownies (1)
- PELUANG USAHA DAN CARA BUDIDAYA IKAN GURAMI MERAH PADANG (1)
- Peluang Usaha Keripik Singkong (1)
- Peluang Usaha Minuman Bandrek (1)
- Peluang Usaha Telur Ayam Kampung (1)
- Peluang Usaha Ternak Burung Murai Batu (1)
- Peluang Usaha Ternak Lebah Madu (1)
- Peluang Usaha Ternak Lele dengan Kolam Terpal (seri Ternak Lele – bag.2) (1)
- Pembibitan Aren (1)
- Pemeliharaan Perkebunan Kopi Arabika (1)
- PEMILIK DAPOER PEYEK - Kreatif dan Produktif di Usia Lanjut (1)
- PENDAHULUAN (1)
- Pengusaha (1)
- pengusaha indonesia (1)
- Pengusaha Muda (3)
- Pengusaha Muda (PM) (1)
- Pengusaha Muda Cerdik (2)
- Pengusaha Sukses (1)
- Pengusaha UKM (1)
- Pepaya (2)
- Perbaiki Ekonomi dengan Mebel Batang Kelapa (1)
- Perikanan (21)
- perjalanan (4)
- perkebunan (2)
- Perkem bang biakan makhluk hidup (1)
- Pertanian (384)
- Pertanian padi yang baik dan bagus (1)
- Peternakan (2)
- PISANG (1)
- Pisang Alami (1)
- Pisang Bag. 2 (1)
- PM (1)
- Pohon Kurma "Ajaib" Berbuah di Surabaya (1)
- Pohon Kurma adalah pohon istimewa (1)
- Pohon Kurma Bisa Hidup & Berbuah di Bogor (1)
- Posts Tagged ‘Cara Berkebun Mawar’ (1)
- Posts Tagged 'paket usaha coklat' (1)
- Potensi Bisnis Kerajinan Sulam Menggiurkan Beromzet Puluhan Juta (1)
- Pria Ini Sukses 'Sulap' Rp 300 Ribu Jadi Ratusan Juta Lewat Bisnis Keripik (1)
- produksi kopi kelelawar (1)
- Prospek Bisnis Budidaya Gurame (1)
- Prospek Budidaya Cacing Sutra Menjanjikan (1)
- puisi (2)
- Pusat Grosir Mainan Anak (1)
- Rafflesia arnoldi Kembali Mekar di Pekarangan Rumah Penduduk (1)
- RAFI’I (1)
- Raih sukses dari usaha ternak semut (1)
- Rela Menunggu demi Duet Singkong-Keju (1)
- religi islam (7)
- Resep (1)
- resep makanan yg lezat (1)
- Rumput Laut (2)
- S T R A W B E R R Y BERGIZI (1)
- saham biyar tidak menurun (1)
- sambel enak? (1)
- Sangkuriang Bikin Petani Kalasan Riang (1)
- Satu Tahun Usaha Peyek (1)
- Sawi yg bermanfaat (1)
- sayur mayur (2)
- Sejarah Perusahaan (1)
- SELAIN PROFIT INVESTASI HARIAN (1)
- Semut Keroto (1)
- Serba-Serbi (14)
- Strategi Pengembangan Usaha Emping Melinjo Pada Koperasi Serba U saha Sari Sono (1)
- Studi Siklus Hidup dan Tekuik Pemeliharaan Kupu-kupu pada Pohon Jeruk (Citrus sp.) dalam Kandang (1)
- Susu kambing etawa sky goat (1)
- tanah (1)
- Tanaman Buah (11)
- Tanaman Hias (42)
- Tanaman Obat (57)
- Tanpa Bolu Meranti (1)
- Tata Cara Pembudidayaan Kurma (1)
- Teknik Budidaya Ikan Gurami (2)
- TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (1)
- TEKNOLOGI (16)
- TELA KREZZ (1)
- Tembus Pasar Ekspor Dengan Jahe (1)
- Tempurung kelapa berkualitas (1)
- TENTANG BLOG (1)
- Ternak Kroto Media Toples (1)
- ternak sapi (1)
- Terong (1)
- Tips Berbisnis (2)
- Tips Bisnis Kopi Luwak (1)
- Tips Bisnis Usaha Depot Air Minum Isi Ulang (1)
- Tips Cara Mengawetkan Kayu Pohon Kelapa atau Glugu (1)
- Tips Meningkatkan Produktivitas Ayam Kampung (1)
- Tips Usaha (1)
- Tomat (1)
- tutorial blog (6)
- Uang yang Menjanjikan (2)
- Unik (4)
- Untungnya Mengalir Deras (Jurnal) (1)
- Usaha angkutan jasa yang mudah (1)
- usaha angsa (1)
- usaha baju (1)
- Usaha Bakso (1)
- USAHA BAKSO DAN PROBLEMNYA (1)
- Usaha Bandrek (1)
- usaha belut (1)
- usaha benengkel (2)
- Usaha Budidaya Cacing Sutra (1)
- USAHA BUNGA (1)
- usaha cabe (1)
- usaha cangkang bekicot (1)
- usaha empeng (2)
- Usaha Emping Melinjo di Banten (1)
- USAHA HEWAN DAN TUMBUHAN (1)
- Usaha Ikan Lele (1)
- Usaha Isi Ulang Air Galon (1)
- usaha jangkrik (2)
- Usaha kerak telur (1)
- Usaha Keripik Singkong Pedas (1)
- Usaha Keripik Ubi Menembus Kelesuan Ekonomi Kota Jantho (1)
- USAHA KERIPIK UNTUNGNYA MENGGELITIK (1)
- usaha melinjo (1)
- usaha puyuh (2)
- Usaha Rempeyek Kini Beromzet Jutaan Rupiah (1)
- Usaha Rumahan Membuat Kue Murah:3 Kunci Utama Kesuksesan (1)
- Usaha sampingan (1)
- Usaha sampingan yang bagus (2)
- usaha sapi (1)
- Usaha Singkong Raup Omzet Milyaran (1)
- usaha tanpamodal (1)
- Waralaba Perkebunan (1)
- Warga Medari Budidaya Cacing Sutra (1)
- Wedang Jahe Murni (1)
- wirasuasta (1)
- Wow (1)
- Wuryaningtyas (1)
- yang sehat (1)
- Yuk (1)
- Yuk Kita Intip Home Industri Roti Bolu Kering (1)









