Minggu, 01 April 2012

Konsumsi Sayur dan Buah Kurangi Efek Gen Penyakit Jantung

Manfaat buah dan sayuranJakarta, Mengonsumsi buah dan sayur diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ternyata ada manfaat lainnya yaitu bisa menghentikan efek gen yang berpengaruh dalam serangan jantung.
Berdasarkan studi diketahui bahwa risiko penyakit dan serangan jantung akan meningkat jika seseorang memiliki gen 9p21 di dalam tubuhnya. Gen ini biasanya diturunkan dari orangtua atau turunan sebelumnya.
Seseorang biasanya beranggapan faktor gen ini sulit untuk dimodifkasi. Tapi ternyata dengan mengonsumsi sayur dan buah seseorang bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung meskipun memiliki gen tersebut.
"Hasil ini menjadi kejutan bahwa diet yang sehat secara signifikan bisa melemahkan pengaruh dari gen 9p21 terhadap risiko penyakit jantung," ujar Dr Jamie Engert dari McGill University di Kanada, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (14/10/2011).
Hasil studi yang dilaporkan dalam jurnal PLoS Medicine ini menemukan bahwa efek dari gen berisiko tinggi bisa dikurangi dengan konsumsi diet tinggi atau lebih dari 5 porsi buah-buahan dan sayuran.
Super Lutein: Manfaat buah dan sayuranStudi ini melibatkan 27.000 orang yang memiliki gen 9p21 dan berasal dari 5 etnis yaitu Eropa, Asia Selatan, China, Amerika Latin dan Arab untuk melihat efek konsumsi buah dan sayur terhadap gen 9p21.
Hasil yang didapatkan adalah partisipan dengan gen 9p21 yang mengonsumsi sayur dan buah memiliki risiko serangan jantung yang sama dengan orang berisiko rendah atau dengan orang yang tidak memiliki gen tersebut.
Meski begitu peneliti akan melakukan studi lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana interaksi yang terjadi antara gen 9p21 dengan sayur dan buah yang dikonsumsi dalam menurunkan risiko penyakit jantung. * Manfaat Buah dan Sayuran

Manfaat Pola Makan Nabati


Quantcast
Banyak orang ingin beralih ke pola makan vegetarian; akan tetapi beberapa dari mereka khawatir tentang kekurangan protein dan gizi. Sekarang, mereka bisa betul-betul lega! Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa protein nabati merupakan protein yang berkwalitas tinggi dan “Mengkonsumsi beraneka ragam makanan nabati adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan Anda…,” kata Melanie Polk, penasehat pendidikan nutrisi di American Institute for Cancer Research (Institut Penelitian Penyakit Kanker Amerika.)
Setelah penelitian bertahun-tahun tentang hubungan antara pola makan dan penyakit, Dr. T. Colin Campbell, dosen kehormatan Biokimia Nutrisi di Universitas Cornell, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pola makan yang kaya produk hewani mengakibatkan penyakit, dan pola makan yang kaya akan biji-bijian, sayur-sayuran dan produk nabati lainnya, memberikan kesehatan. “Nutrisi dari sumber makanan hewani meningkatkan pertumbuhan tumor sedangkan nutrisi dari sumber makanan nabati memperkecil pertumbuhan tumor.” Menurut Dr. Campbell, “Sebagian besar penyakit kanker, penyakit kardiovaskular, dan bentuk lain dari penyakit degeneratif dapat dicegah hanya dengan mengadopsi pola makan nabati.”
Dr. Caldwell B. Esselstyn Jr., mantan ahli bedah yang terkenal secara internasional, memberikan resep obat anti-kolesterol dengan dosis terendah serta pola makan nabati berkadar lemak minimal bagi pasien yang menderita penyakit pembuluh darah jantung. Dia memperhatikan bahwa mereka yang mengikuti pola pengobatan ini dan mengadopsi pola makan nabati, terbebas penuh dari  rasa nyeri akibat penyempitan pembuluh darah dan pembuluh arteri yang semula tersumbat menjadi terbuka kembali. Dr. Esselstyn dengan yakin menganjurkan bahwa pola makan ini bukan hanya saja mencegah dan menghentikan semakin memburuknya penyakit jantung yang diderita, tetapi juga membalikkan efeknya.
Protein yang berkualitas tinggi sangat mudah ditemukan pada kacang polong, berbagai kacang-kacangan, dan sayur-sayuran yang memberikan bermacam-macam manfaat bagi tubuh. Berikut ini adalah ulasan singkat dari beberapa makanan yang umum:
Kacang Adzuki (kacang merah kecil): Kaya akan protein, vitamin B, mineral dan serat. Kacang Adzuki membantu mempertinggi fungsi kerja ginjal, kandung kemih dan organ reproduksi. Selain itu, juga mempunyai efek menambah darah, diuresis, anti-dropsy dan meningkatkan fungsi kerja jantung.
Kacang kedele: Berbagai penelitian telah menegaskan bahwa konsumsi produk soya dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dan membantu menguatkan jantung. Dr. James Anderson dari Pusat Pengobatan Virgina menyatakan, “Semua penelitian ini secara konsisten telah menemukan rata-rata 3 sampai 6% penurunan kolesterol darah dengan mengkonsumsi 25 gram protein soya setiap harinya. Makanan soya adalah salah satu dari sedikit makanan yang menurunkan kadar kolesterol,” Wanita yang mengkonsumsi lebih dari 13 gram kedele setiap harinya mempunyai resiko keretakan/patah tulang 35% lebih rendah daripada mereka yang mengkonsumsi kurang dari 5 gram per hari. Kacang kedele juga merupakan obat alamiah bagi wanita menopause, mereka bukan saja memberikan efek estrogen, tetapi juga mengurangi resiko kanker.
Kacang kedelai hitam: Penelitian baru-baru ini yang diterbitkan di Jurnal Ilmu Pengetahuan, Makanan dan Pertanian menunjukkan hasil bahwa kacang kedelai hitam dapat menurunkan risiko diabetes Tipe II. Peneliti dari Universitas Hanyan, Seoul, Korea, mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi kacang kedelai hitam, dapat menurunkan tingkat lemak dan kolesterol, yang merupakan penyebab utama diabetes tipe II. Kelompok yang diuji dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi kacang kedelai hitam dapat secara berarti menurunkan low-density lipoprotein (LDL). Karena masalah berat badan sering kali menjadi persoalan pokok pada diabetes type II, maka kedelai hitam adalah sebuah pilihan makanan yang baik karena kadar lemak yang rendah, dan kadar serat larut yang tinggi dan merupakan sumber protein yang baik. Kacang polong lainnya, sayur-sayuran dan kacang-kacangan: Satu cangkir bayam yang dimasak mengandung 5 gram protein. Setengah cangkir kacang merah memberikan 7 gram protein. Segenggam kacang almond memberikan sekitar 6 gram protein. Semua makanan ini juga mengandung banyak nutrisi, vitamin, mineral, essential oil dan enzim lainnya yang dibutuhkan.
Direkomendasikan untuk memasak kombinasi dari berbagai kacang-kacangan yang dapat diperoleh, beras coklat dan beberapa biji-bijian lainnya, dan mengkonsumsi semangkok campuran biji-bijian dan kacang setiap hari dengan sejumlah sayur-sayuran dan buah-buahan yang memadai. Dengan cara ini, Anda akan mempunyai nutrisi yang cukup dan bisa mengucapkan selamat tinggal kepada banyak penyaki

Label